Kami menyediakan pendidikan holistik yang mengembangkan potensi akademik, karakter, dan keterampilan siswa secara seimbang.
Tahun
Pengalaman
Ma'had IT Padang
Aula Utama Pesantren
Masjid Nurul Ilmi
19 Juni 2026
10 Juli 2026
12 Juli 2026
8 months ago
8 months ago
8 months ago
8 months ago
Artikel
4 months ago • 221 Views
8 months ago • 223 Views
Berbekal ketulusan hati, Kepala Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdurrahman As‑Sudais, menyampaikan ucapan selamat kepada Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Saud serta Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman—semoga Allah melindungi keduanya—atas tibanya bulan Ramadhan yang penuh berkah.Beliau memohon agar Allah menerima segala amal shalih yang dipersembahkan, seraya menegaskan bahwa bulan suci ini menghidupkan rasa kasih sayang dan keakraban, mewujudkan nilai‑nilai kebersamaan dan solidaritas, serta melukiskan ketulusan dalam bekerja, memberi dan berbagi.
SelengkapnyaMufti Agung Arab Saudi yang juga Ketua Hai`ah Kibar Ulama, Syaikh Shalih Al-Fawzan, menyampaikan ucapan selamat kepada Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Saud, juga Putra Mahkota dan Perdana Menteri, Muhammad bin Salman, atas tibanya bulan suci Ramadhan.Dalam pernyataannya, beliau mengungkapkan bahwa Allah Ta’ala menganugerahkan beragam ibadah agar hamba-hamba‑Nya bisa mendekat kepada‑Nya. Pahala mereka dilipatgandakan, dosa-dosa mereka terhapus, dan mereka memperoleh ridha serta surga‑Nya.Salah satu musim ibadah yang agung ini adalah bulan Ramadhan. Allah berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan ketika Al‑Qur`an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, serta penjelasan-penjelasan tentang petunjuk dan pembeda. Maka barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka (boleh menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu, dan agar kamu menyempurnakan bilangan, serta mengagungkan Allah atas petunjuk‑Nya kepadamu, dan supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqarah: 185]Syaikh Shalih menambahkan, salah satu keistimewaan bulan mulia ini adalah diturunkannya Al‑Qur`an di dalamnya. Karena itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak tilawah Al‑Qur`an di bulan ini lebih dari bulan-bulan lainnya.Para sahabat dan generasi salaf pun mengikuti jejak beliau, tenggelam dalam bacaan Al‑Qur`an saat Ramadhan. Inilah bulan Al‑Qur`an dan bulan puasa, sebab Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban dan salah satu rukun Islam, sebagaimana firman‑Nya: “Maka barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu hendaklah ia berpuasa.” [Al-Baqarah: 185]Beliau melanjutkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menegaskan puasa Ramadhan sebagai salah satu dari lima pilar Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: syahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]Beliau juga mensyariatkan qiyam Ramadhan dengan sabdanya: “Barang siapa menegakkan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]Terakhir, Syaikh Shalih mengingatkan, “Bulan yang mulia ini — wahai kaum Muslimin — pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Karena itu, marilah kita giatkan amal shalih: shalat, zakat, sedekah, dan kebaikan lainnya, memperbanyak tilawah Al‑Qur`an, dzikir, dan doa.”Beliau juga berpesan agar menjauh dari kemaksiatan dan dosa, serta bertakwa kepada Allah selama bulan ini. Ramadhan adalah bulan kebaikan, kemurahan, dan ketakwaan. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang‑orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” [Al-Baqarah: 183]
SelengkapnyaKerajaan Arab Saudi melalui Mahkamah Agung Kerajaan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini diambil setelah hilal berhasil dilihat di wilayah Sudair dan Tumair pada Selasa waktu maghrib, 17 Februari 2026. Sebelumnya, Mahkamah Agung Kerajaan telah menyerukan kepada warga Saudi untuk melakukan Rukyatul Hilal untuk menetapkan masuknya awal bulan Ramadhan pada tahun ini. Berdasarkan seruan itu, siapapun yang berhasil melihat hilal, untuk memberikan laporan resmi dan diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung Kerajaan. "Mahkamah Agung telah mengesahkan hasil penglihatan hilal dan mengumumkan bahwa Rabu, 18 Februari 2026 adalah 1 Ramadhan 1447 H," tulis laporan resmi Mahkamah Agung Kerajaan seperti dilansir dari Saudi Pres Agency, Selasa, 17 Februari 2026. Dengan demikian, Penetapan awal Ramadhan pada tahun ini terjadi perbedaan antara Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI telah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Hari Kamis, 19 Februari 2026 melalui melalui Sidang Isbat setelah hilal tidak berhasil dilihat di seluruh wilayah Indonesia.
SelengkapnyaPemerintah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/2/2026), dan dihadiri berbagai unsur lembaga negara serta organisasi kemasyarakatan Islam. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa hasil sidang isbat telah disepakati bersama. “Sidang isbat telah selesai dilaksanakan. Disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujarnya dalam konferensi pers usai sidang. Sidang isbat tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha, Planetarium Jakarta, Badan Informasi Geospasial, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Keterlibatan berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa penetapan awal Ramadhan dilakukan melalui pendekatan kolektif, ilmiah, dan berbasis kajian astronomi serta pertimbangan fikih. Namun demikian, keputusan pemerintah berbeda dengan ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni dengan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menganut prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Perbedaan awal Ramadhan tersebut muncul akibat perbedaan metodologi dan kerangka fikih yang digunakan. Meski sama-sama berlandaskan perhitungan astronomi, sistem penetapan yang dipakai memiliki pendekatan berbeda antara metode hisab global dan mekanisme sidang isbat pemerintah yang menggabungkan hisab dan rukyat.
SelengkapnyaJadwal Sholat
Memuat tanggal...
Waktu Indonesia Barat
Dapatkan update kegiatan dan info tahfidz langsung di email anda.